Digitalisasi Arsip Nasional, Keharusan Tahun Emas Arsip – AKSES DISINI

oleh -4 views

AKSES DISINI, JAKARTA – Pengelolaan arsip nasional tidak bisa dilakukan dengan cara manual yang lama. Dalam memperingati Hari Kearsipan ke-50, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) harus semakin beradaptasi dengan teknologi digital. Disrupsi teknologi dapat memperkuat keakuratan dan keakuratan data kearsipan menjadi lebih baik.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengajak seluruh pengelola arsip untuk meninggalkan cara-cara yang tidak efisien. Tinggalkan cara-cara lama yang tidak efisien, lambat ditemukan, dan penyimpanan tersebar dimana-mana, kata Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan secara online pada Malam Peringatan Hari Kearsipan ke-50, di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia. (ANRI) , Jakarta, Rabu, (09/06).

Presiden Jokowi menegaskan, arsip merupakan basis penting untuk merumuskan kebijakan dan pendokumentasian kekayaan negara secara cepat, termasuk seni dan budaya. Arsip juga harus disajikan secara menarik sehingga memunculkan rasa cinta dan bangga generasi muda terhadap budaya bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mengapresiasi langkah ANRI dalam menyediakan Sistem Informasi Kearsipan Terpadu (Srikandi). Aplikasi ini telah diluncurkan sebagai aplikasi umum di bidang kearsipan pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada 27 Oktober 2020.

Aplikasi Srikandi merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan ANRI. Heroine adalah Government to Government (G2G), sehingga dapat dimanfaatkan oleh instansi pusat dan daerah.

Dalam aplikasi Srikandi, setiap informasi berbasis analog dan digital dapat terekam dengan baik sehingga nantinya menjadi bukti akuntabilitas dan memori kolektif bangsa. Menurut Presiden, sistem informasi yang terintegrasi seperti ini membuat instansi pemerintah di setiap tingkatan tidak perlu lagi membangun sistem kearsipan sendiri.

Memasuki tahun emas kearsipan, Presiden Jokowi berpesan agar peringatan ini menjadi momentum bagi ANRI untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan, berbenah, berinovasi, dan beradaptasi dengan teknologi. Sehingga dapat menjadi rujukan nasional dan internasional, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa, kata Jokowi.

Sementara itu, Plt. Ketua ANRI, M. Taufik mengatakan, acara ini merupakan momen emas untuk merangkum capaian kearsipan sejak tahun 1971. Peringatan ini juga menjadi momen lepas landas di bidang kearsipan untuk memasuki era digital dengan tingkat kearsipan yang lebih matang. kesiapan.

Peringatan Hari Arsip ke-50 mengambil tema ‘Tahun Emas Arsip: Satukan Langkah Mewujudkan Arsip Digital’. “Tentu ini memiliki arti yang sangat penting dan mendalam, karena di era Revolusi Industri 4.0 ditambah dengan adanya pandemi Covid-19, semua sektor kehidupan masyarakat, bangsa dan negara tidak bisa lepas dari teknologi informasi digital yang berdampak sangat besar. di arsip,” katanya. Taufik.

Peringatan tersebut dilakukan sebagai momentum untuk meningkatkan motivasi, menumbuhkan rasa cinta tanah air, bangsa, melalui tanggung jawab di bidang kearsipan. Taufiq berharap, melalui Peringatan Hari Kearsipan ke-50, pelaksanaan Sistem Kearsipan Nasional akan mendapatkan tambahan energi positif dan semangat baru untuk meningkatkan perannya dalam memberikan manfaat nyata dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo didampingi Plt. Kepala ANRI, M. Taufik menyerahkan penghargaan kearsipan kepada instansi pemerintah yang mendapat nilai pengawasan terbaik. Penilaian tersebut dibagi menjadi lima kategori, yaitu kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, lembaga tinggi negara/lembaga nonstruktural/lembaga penyiaran publik, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. (memiliki)