Dampak Pandemi Berkepanjangan, Pedagang Kelapa Muda Keluhkan Minimnya Pembeli

  • Bagikan
Dampak Pandemi Berkepanjangan, Pedagang Kelapa Muda Keluhkan Sepi Pembeli

AKSES DISINI.com-Hampir semua orang menyukai kelapa muda baik yang diolah menjadi es kelapa muda dengan gula merah atau sirup, maupun es kuwut atau satu buah kelapa muda utuh yang dicampur dengan es batu. Selain memiliki rasa yang menyegarkan, air kelapa juga baik untuk kesehatan tubuh di tengah pandemi ini.

Di awal pandemi Covid-19, air kelapa banyak dicari oleh masyarakat karena dinilai mampu memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, tahun ini, ternyata pedagang es kelapa muda yang biasa nongkrong di dekat jembatan tiga arah di Jalan Garuda, Kecamatan Belendung, Kota Tangerang, mengalami penurunan omzet yang drastis di masa pandemi berkepanjangan.

Sejumlah kelapa ispa untuk dijual.

Obay, 35, seorang pedagang es kelapa di wilayah tersebut, mengatakan penjualannya selama pandemi menurun. Katanya sebelum pandemi, sehari bisa 250 butir, tapi sekarang paling-paling cuma 100 butir sehari.

Sejumlah kelapa ispa untuk dijual.

“Penghasilan harian dari menjual kelapa muda ini sekitar Rp. 1,5 juta sebelum pandemi. Nah, penghasilan maksimal saat ini adalah Rp. 500 ribu. Minat pembeli biasanya lebih banyak kelapa murni. Sehari 50 butir kelapa habis terjual,” ujarnya saat ditemui di warungnya, Senin 13 September 2021.

Sejumlah kelapa ispa untuk dijual.

Tempat penyajian es kelapa muda dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya kalau diminum di tempat, disajikan dalam gelas, sedangkan yang dalam kemasan plastik biasanya untuk dibawa pulang oleh pembeli.

Sejumlah kelapa ispa untuk dijual.

“Terkadang seseorang membeli satu atau dua gelas saat minum di tempat. Ada juga yang pesan air kelapa murni, gulanya dipisahkan,” jelasnya saat melayani pelanggan.

Harga es kelapa yang ditawarkan terbilang murah, mulai dari Rp. 5 ribu menjadi Rp. 15 ribu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: