Corona Harian RI Meningkat 37.284, Meninggal 1.808 Orang

  • Bagikan
Corona Harian RI Bertambah 37.284, Kematian  1.808 Orang

Akses Disini, Jakarta — Kasus positif baru COVID-19 bertambah 37.284 kasus per hari, Sabtu (31/1/2021). Penambahan kasus baru membuat total kasus sejak awal pandemi menjadi 3.409.658 kasus.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam laporan yang sama hari ini juga mencatat penambahan 1.808 kematian sehingga total jumlah kematian kumulatif menjadi 94.119 kasus. Sementara itu, angka kesembuhan hari ini juga bertambah 39.372 pasien sehingga total pasien sembuh menjadi 2.770.092 orang.

Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini sebanyak 241.761 spesimen, sedangkan total kasus aktif masih 545.447 kasus, atau turun 3.896 kasus dibandingkan kemarin.

Pemerintah masih menerapkan PPKM secara bertahap hingga 2 Agustus mendatang. Sejumlah pembatasan telah diberlakukan mulai dari aktivitas perkantoran, perjalanan wisata, hingga restoran dan pusat perbelanjaan.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kesehatan Alexander Kaliaga Ginting mengatakan, target pengujian minimal 300 ribu orang per hari akan dilakukan secara bertahap sesuai situasi pandemi Covid-19 di Indonesia. bidang.

Alex mengaku, pemerintah bahkan memiliki target tes Covid-19 sebanyak 500.000 orang per hari.

“Target pengujian dilakukan secara bertahap, berkesinambungan, dan sesuai dengan dinamika pandemi di Indonesia, target gugus tugas contact tracing hingga 500 ribu sehari,” kata Alex, Sabtu (31/7/2021). ).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui pemerintah menyadari bahwa tracing atau penelusuran kontak dekat menjadi kunci untuk mendeteksi Covid-19.

“Jadi sekarang kita lebih paham bahwa teknik tracing itu penting dalam penanganan Covid-19. Teknik tracing ini kuncinya,” kata Luhut.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan tracing memang menjadi kelemahan Indonesia saat ini.

“Ini salah satu kelemahan kami. Vaksinasi kita sudah bagus, tapi testing, tracing dan isolasi kita masih belum atau masih di bawah negara-negara yang benar-benar bagus,” kata Budi dalam acara online yang disiarkan melalui kanal YouTube Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jumat (30/7/2021). ).

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan