Sejumlah Aplikasi Diblokir, LBH Meskipun Kemenkominfo Otoriter

1659266003 Sejumlah Aplikasi Diblokir LBH Meskipun Kemenkominfo Otoriter

Sejumlah Aplikasi Diblokir, LBH Meskipun Kemenkominfo Otoriter

AksesDisini.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia disebut telah memblokir delapan) situs dan aplikasi dengan traffic tinggi yakni PayPal, Yahoo, Epic Games, Steam, Dota, Counter Strike, Xandr.com, dan Origin (EA).

Pemblokiran dilakukan dengan alasan situs dan aplikasi tersebut, tidak terdaftar resmi dalam Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Direktur Eksekutif LBH Jakarta Arif Maulana menyatakan, pemblokiran situs internet dan aplikasi tersebut telah melahirkan apa yang disebut sebagai otoritarianisme yang memanfaatkan kuasa digital, dalam rangka mengendalikan teknologi sebagai alat melindungi kepentingan (digital authoritarianism).

“Sehingga menghalangi atau mematikan situs internet dan aplikasi yang tidak memenuhi syarat untuk tindakan yang tidak pernah dapat dibenarkan,” kata Arif dalam keterangan tertulis, Minggu (31/7).

Menurut Arif, pemblokiran situs dan aplikasi tersebut berdampak serius terhadap HAM, yakni hak untuk berkomunikasi serta memperoleh informasi, hak atas kebebasan berekspresi, dan hak atas privasi sebagaimana ketentuan UUD RI 1945.

Selain itu, dapat juga melanggar hak-hak lainnya seperti mata pencaharian (dampak ekonomi) dalam kaitan hak atas penghidupan yang layak, hak atas Pekerjaan, hak mengembangkan diri, dan hak lainnya bagi situs internet dan aplikasi mengingat sifat HAM adalah universal, tidak terpisahkan, saling tergantung dan saling terkait satu sama lain (universal, indivisible, interdependent and interrelated).

Menurut Arif, pemblokiran situs dan aplikasi tersebut berdampak serius terhadap HAM, yakni hak untuk berkomunikasi serta memperoleh informasi, hak atas kebebasan berekspresi, dan hak atas privasi sebagaimana ketentuan UUD RI 1945.

Selain itu, dapat juga melanggar hak-hak lainnya seperti mata pencaharian (dampak ekonomi) dalam kaitan hak atas penghidupan yang layak, hak atas Pekerjaan, hak mengembangkan diri, dan hak lainnya bagi situs internet dan aplikasi mengingat sifat HAM adalah universal, tidak terpisahkan, saling tergantung dan saling terkait satu sama lain (universal, indivisible, interdependent and interrelated).

Note:
Berita ini di ambil secara otomatis dari:

Media: JawaPOS.COM

Penerbit: Dimas Ryandi

Tanggal Terbit: 2022-07-31 18:01:59

Semua hak cipta atas postingan ini adalah milik JawaPOS.COM

JawaPOS.com merupakan bagian dari Jawa POS Grup, jaringan media terbesar di Indonesia. Dengan lebih dari 200 media tersebar di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, Jawa POS Grup berhasil menjadi penyedia informasi terlengkap, terdepan, dan terpercaya di Tanah Air.

Tinggalkan Balasan