Peternak Ayam di Pekanbaru Dapat Rp 63 Juta dari PLN Riau – AKSES DISINI

Peternak Ayam di Pekanbaru Dapat Rp 63 Juta dari PLN

Analisnews, Pekanbaru PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyerahkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang biasa dikenal dengan CSR bekerjasama dengan Inisiatif Manusia Provinsi Riau kepada Petani Sialang Rampai Jaya Group berlokasi di Jalan Seroja, Desa Kulim Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Bantuan yang diberikan PLN UIWRKR bersama Inisiatif Kemanusiaan Provinsi Riau berupa biaya pelatihan keterampilan bagi peternak, pembuatan kandang ayam, pembelian bibit ayam (DOC) dan pembelian mesin tetas dengan total nilai Rp 63 juta.

Semua ini ditujukan untuk pengembangan usaha peternakan masyarakat yang masih berkutat dengan permodalan di masa pandemi ini.

Tajuddin Nur selaku Communication Manager PLN UIWRKR dan TJSL mengatakan bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani.

“Kami berharap ini dapat membantu para petani dalam menjalankan kegiatan usahanya. Sehingga dengan ilmu yang dimiliki dan bantuan fasilitas yang diberikan, perekonomian masyarakat khususnya kelompok tani dapat terus meningkat dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu tanpa kemiskinan,” ujarnya, Kamis (24/6).

Kepala Bidang Prakarsa Kemanusiaan Provinsi Riau Nofri Satriawati mengucapkan terima kasih kepada PLN Peduli yang telah mempercayakan program TJSL kepada mereka dalam memberdayakan peternak ayam.

“Semoga kegiatan ini bisa sukses dan bisa diterapkan juga di tempat lain sehingga membantu pengentasan kemiskinan sesuai dengan program pemerintah,” ujarnya.

Nur Hasni selaku ketua Kelompok Tani Sialang Rampai Jaya saat menerima bantuan dari PLN Bersama Inisiatif Manusia mengucapkan terima kasih.

“PLN Peduli telah memberikan kesempatan kepada kelompok tani Sialang Rampai Jaya. Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini karena memang ini yang sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Sebab, selama ini kelompoknya kesulitan mendapatkan bibit, dan harus membeli dari provinsi tetangga. Sehingga dengan bantuan ini, mereka berharap dapat membuat dan menetaskan bibit ayam sendiri.

“Agar biaya yang kita keluarkan lebih murah, bisa memberikan manfaat bagi kelompok kita untuk meningkatkan perekonomian anggota. Kami berharap dan meminta PLN Peduli agar program ini dapat terus berkelanjutan untuk kelompok lain. Untuk membantu perekonomian masyarakat, ujarnya.(rls/end)

Tinggalkan Balasan