Berita  

Kombes Agus Nurpatria Dipecat dari Polri Terkait Kasus Obstruction of Justice Pembunuhan Brigadir J

Kombes Agus Nurpatria Dipecat dari Polri Terkait Kasus Obstruction of

JAKARTA – Komisi Kode Etik Polri atau KKEP menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Hormat (PTDH) kepada mantan Kaden A Biro Paminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria sebagai tersangka obstruksi terkait kasus pembunuhan berencanaBrigadir JatauNofryansah Yosua Hutabarat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut sanksi tersebut akan diberikan kepada Agus dalam persidangan yang berlangsung selama 18 jam sejak Selasa (6/9/2022) hingga Rabu (7/9/2022).

"Sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari anggota kepolisian," kata Dedi di Gedung TNCC Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).

Dedi perbuatan Agus dinilai hakim KKEP masuk dalam kategori tercela. Dimana dalam hal ini dia telah merusak CCTV, melakukan pelanggaran saat olah tempat kejadian perkara (TKP), dan melakukan permufakatan dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

"Jadi ada tiga," ungkap Dedi.

Empat Anggota Polri Dipecat

Sebelum Agus, KKEP telah terlebih dahulu memecat tiga anggota Polri terkait kasus ini. Ketiganya meliputi Ferdy Sambo, mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Chuk Putranto dan mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Baiquni Wibowo.

Ferdy Sambo dipecat atau sanksi berupa pemberhentian tidak dengan rasa hormat (PTDH) karena terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Di sisi lain, dia juga diduga telah melakukan pelanggaran terkait upaya menghalang-halangi kasusnya atau obstruksi keadilan.

Sedangkan, Chuk Putranto dan Baiquni Wibowo akan memberikan sanksi kepada PTDH karena turut membantu Ferdy Sambo dalam kejahatannya.

Salah satunya, yakni merusak CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J.

Atas sanksi yang akan diberikan KKEP, Ferdy Sambo, Chuk Putranto, dan Baiquni menyatakan banding.

"Itu hak yang bersangkutan. Dari fakta-fakta persidangan dari pemeriksaan para saksi dan barang bukti yang tadi diperiksa oleh Komisi Sidang Kode Etik, maka Komisi Sidang Kode Etik mengambil keputusan yang tadi saya sebutkan," ujar Dedi.

Selain keempatnya, ada tiga anggota Polri lainnya yang turut teseret dalam perkara ini. Mereka di antaranya; Brigjen Pol Hendra Kurniawan sebagai mantan Karopaminal Divisi Propam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin sebagai mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri, dan mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto.

Ketujuh perwira menengah dan tinggi Polri ini telah menetapkan tersangka terkait tindak pidana obstruksi peradilan.

Polri saat ini melengkapi berkas perkaranya sebelum diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung RI untuk selanjutnya diadili di pengadilan.

Note:
Berita ini di ambil secara otomatis dari:

Media: D E T A K . C O

Penerbit:

Tanggal Terbit: 2022-09-08 03:27:54

Semua hak cipta atas postingan ini adalah milik D E T A K . C O

Tinggalkan Balasan