Belum Bisa Ditangkap, KPK Minta Harun Masiku Menyerahkan Diri Saja

oleh -0 views

AKSES DISINI- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan kepada buron lembaga antigas yang masih menghirup udara bebas untuk segera menyerahkan diri.

Hal tersebut disampaikan Deputi Penindakan KPK, Karyoto usai ditangkapnya buronan pemilik PT. Borneo Lumbung Energi, Samin Tan. Samin Tan adalah salah satu buronan KPK yang masuk dalam Daftar Buronan sejak April 2020.

“Saya himbau kepada OPD lain (termasuk Harun Masiku) yang masih belum tertangkap, saya mohon untuk menyerahkan diri,” kata Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/4/2021).

Sementara itu, lembaga antikorupsi masih memiliki sejumlah buronan seperti mantan Capres PDI Perjuangan, Must Masiku, dalam kasus suap PAW anggota DPR RI 2019-2024. Harun diketahui pernah menyuap mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan. Wahyu kini telah divonis di pengadilan tingkat pertama.

Baca juga:
Buronan selama 2 tahun, Samin Tan ditangkap KPK di Jakarta

Wahyu menerima suap dari dua perantara Harun, yakni kader PDI Perjuangan Agustiani dan Saiful Bahri. Keduanya kini juga telah dijatuhi hukuman pengadilan.

Kemudian, Izil Azhar masuk dalam DPO KPK dalam kasus suap proyek dengan mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Kini, Irwandi sudah selesai menjalani hukuman penjara.

Selanjutnya Surya Darmadi merupakan pemilik dari PT Darmex atau PT Duta Palma Group. Ia bergabung dengan KPK DPO setelah terjerat kasus suap terkait permohonan Revisi Fungsi Kehutanan di Provinsi Riau pada 2014. Surya Darmadi bergabung dengan KPK DPO sejak 9 Agustus 2019.

Terakhir, Kirana Kotama sebagai agen eksklusif PT. PAL Persero. Ia masuk dalam daftar buronan KPK karena terlibat kasus suap pengadaan kapal SSV untuk pemerintah Filipina sejak 2014 hingga 2017. Ia berada di DPO KPK sejak 15 Juni 2017.

Karyoto juga berharap masyarakat terus memberikan informasi kepada KPK atau kantor polisi terdekat jika mengetahui keberadaan OPD tersebut. Pasalnya, lembaga antikorupsi juga bekerja sama dengan polisi untuk terus memburu buronan koruptor.

Baca juga:
Buronan KPK Harun Masiku resmi bercerai dari istrinya

Sementara itu, kata Karyoto, masyarakat bisa menginformasikan KPK melalui call center 198 atau nomor telepon 021 2557 8300.