Banten siaga menghadapi peningkatan bencana La Nina hingga Februari 2022

  • Bagikan
Banten Siaga Hadapi Peningkatan Bencana La Nina hingga Februari 2022

AKSES DISINI.comWakil Gubernur Provinsi Banten Andhika Hazrumy mengingatkan wilayah Banten akan menghadapi fenomena La Nina yang intensitasnya akan meningkat. Kondisi ini kemungkinan akan berkembang dan diprediksi hingga Februari 2022.

Andhika menyampaikan hal tersebut berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Banten dilihat dari kondisi cuaca, tekanan udara dan suhu udara rata-rata di Provinsi Banten.

“Akan ada fenomena La Nina yang intensitasnya meningkat, kondisi ini kemungkinan akan berkembang, diprediksi hingga Februari 2022. Untuk itu, seluruh masyarakat Provinsi Banten perlu waspada,” kata Andhika saat memimpin bencana. Rapat Kesiapsiagaan di Lapangan Sekretariat Daerah Pemprov Banten pada Selasa, 30 November 2021.

Siaga tersebut dihadiri Dirsamapta Polda Banten Kombes Noerwiyanto, Kolonel Laut Danlanal Budi Iryanto, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banten Nana Suryana.

Andhika mengatakan acara kesiapsiagaan bencana ini merupakan sarana pengecekan kesiapan seluruh elemen penanggulangan bencana dan merupakan bentuk kesiapsiagaan Provinsi Banten khususnya BPBD Banten dan instansi terkait dalam menanggulangi bencana alam di wilayah Banten.

“Seruan siaga bencana itu untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam penanggulangan bencana alam, dalam hal ini khususnya kesiapan satgas penanggulangan bencana daerah masing-masing Banten,” kata Andhika.

Sementara itu, Noerwiyanto mengatakan, sesuai arahan Kapolres Banten tentang kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, Polda Banten dan jajarannya harus melakukan inventarisasi kerentanan dan lokasi rawan bencana. Personil harus tanggap untuk membantu warga saat terjadi bencana.

“Melaksanakan simulasi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, menyiapkan tempat evakuasi yang aman, sanitasi yang sehat dan dapur umum, memantau ketinggian air, berkoordinasi dengan penjaga dan pengelola pintu air, mengumpulkan data, plot alat berat di lokasi rawan bencana, melakukan simulasi mitigasi bencana. dengan instansi terkait, serta menindak tegas penebangan pohon liar dan kegiatan penambangan liar,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Noerwiyanto, jika terjadi bencana alam, Polda Banten bersama instansi terkait siap turun langsung ke lapangan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan