Bagaimana jika BST DKI tidak diambil pada hari pencairan? Ini Kata Gubernur Anies – Aksesdisini.com

  • Bagikan

GAMBIR, AKSES DISINI – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan infografis tentang segala hal yang berkaitan dengan Bantuan Sosial Tunai (BST) Mei hingga Juni 2021 melalui akun Instagram-nya. Pencocokan data antara Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat menjadi kendala pendistribusian BST tidak memenuhi target.

Pada pendistribusian BST Tahap 5 dan 6 atau Mei dan Juni, sebanyak 1.007.379 KPM (Keluarga Penerima) sebagai Penerima BST. Namun karena adanya pencocokan data penerima BST dari Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Sosial RI, maka penyaluran BST diberikan kepada 907.616 KPM.

“Terjadi perubahan data program BST yang bersumber dari APBD yang semula tahap 4 sebanyak 1.039.066 KPM, karena gagalnya penyaluran murni hingga tahap 4 sebanyak 31.687 KPM dan penyesuaian data antar Kementerian Sosial. RI BST sebanyak 99.763 KPM, selanjutnya pendistribusian tahap 5-6 dilakukan untuk 907.616 KPM,” seperti dikutip dalam penjelasan infografis melalui Instagram @aniesbaswedan, Rabu 21 Juli 2021.

Sedangkan perbedaan antara BST pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terletak pada sumber dan distribusinya. Untuk BST Pemerintah Pusat, BST bersumber dari APBN dan disalurkan oleh Kementerian Sosial melalui PT Pos Indonesia (Persero). Sedangkan BST Pemprov DKI bersumber dari APBD dan disalurkan ke rekening penerima BST di Bank DKI.

“Dana BST melalui Bank DKI akan tetap berada di rekening penerima. Jadi penarikan dana bantuan tidak harus diambil pada hari pencairan, tetapi bisa pada hari-hari berikutnya. Sehingga tidak ada antrian penarikan dana di hari pencairan. Lokasi mesin ATM,” jelas infografis

Lebih dari 2.554 netizen menyukai infografis yang dibagikan Gubernur Anies tersebut. Sayangnya, masih banyak yang menanyakan mekanisme BST dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Kantor Pos. Salah satu akun netizen @shahab_faruk mempertanyakan apakah BST akan hangus jika yang bersangkutan berhalangan hadir.

Mohon maaf @aniesbaswedan mau tanya yang terbaik apa dari pemerintah yang disalurkan melalui kantor pos jika berhalangan hadir karena orang tua lansia tidak bisa datang ke lokasi, dinyatakan hangus.. .dan tidak bisa diwakilkan karena status di KK tinggal sendiri dan Apakah ada jangka waktu tertentu untuk pengambilannya? Tahun lalu, ibu saya terbakar karena saya tidak bisa mengambilnya di wilayah RT setempat dan saya tidak bisa mengambilnya di kantor pos karena kebetulan saya di rumah lagi, saudara laki-laki saya berada di Bogor dengan kondisi lanjut usia …dan lagi PSBB juga tidak bisa naik kereta.. mohon penjelasannya kalau sudah maksimal, kan lagi, bagaimana cara berbagi, terima kasih sebelumnya pak??,” dia menulis.

  • Bagikan