Aturan Buka Bersama dan Sahur on The Road 2021 saat Pandemi

oleh -0 views

AKSES DISINIMenjelang Ramadhan, aturan buka bersama dan Sahur On The Road (SOTR) kembali menjadi pembicaraan di tengah situasi pandemi virus corona.

Tahun lalu, Kementerian Agama melarang penyelenggaraan sahur di jalan raya, buka puasa bersama dan tarawih di masjid melalui Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020. Saat ini peraturan tersebut belum ditetapkan kembali.

Kali ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia No 03/2021 tentang Pedoman Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H / 2021 M. Sahur On The Road 2021.

Isi surat edaran tersebut juga diumumkan melalui akun Instagram @kemenag_ri pada Selasa (6/4/2021). Ada 11 poin yang mengatur mulai dari sahur, buka puasa, tarawih, pengajian, vaksin, zakat, nuzulul quran hingga sholat Idul Fitri.

Baca juga:
Masjid Agung Singkawang Gelar Sholat Tarawih, Tanpa Sekte

Bagaimana aturan sahur di jalan dan buka puasa bersama? Berikut aturan pembukaan bersama dan Sahur On The Road yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Republik Indonesia Nomor 03/2021:

1. Umat Islam, kecuali yang sakit atau karena alasan syar’i lain yang bisa dibenarkan, wajib menjalankan puasa Ramadhan.

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di setiap rumah bersama keluarga inti.

3. Jika buka puasa tetap dilakukan, maka harus memenuhi batasan jumlah hadirin maksimal 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari keramaian.

4. Pengurus masjid / mushola dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah, antara lain:

Baca juga:
Masjid Agung Bandung Siap Adakan Sholat Tarawih dan Berbagi Takjil Gratis

  1. Sholat lima waktu, sholat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan batasan kehadiran maksimal 50% dari kapasitas masjid / musala dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah, dan setiap jemaah membawa sajadah / mukena masing-masing.
  2. Zikir Ramadhan / ceramah / taushiyah / kultum dan ceramah subuh, dengan durasi maksimal 15 menit.
  3. Peringatan Nuzulul Quran di masjid / mushola dilaksanakan dengan batasan jumlah jamaah maksimal 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan tata tertib kesehatan yang ketat.

5. Pengurus dan pengelola masjid / musholla harus menunjuk petugas yang menjamin terlaksananya tata tertib kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah, seperti melakukan disinfektan secara rutin, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid / musholla, memakai masker, memelihara jarak yang aman, dan setiap jemaah membawa sajadah / mukena masing-masing.

)();
window._fbq = window._fbq || [];
window._fbq.push([‘track’, ‘6034302946714’, ‘value’:’0.00′,’currency’:’USD’]);