Apresiasi Polisi, PA 212: Ferdinand Sering Menghina Ulama & Habaib

  • Bagikan
1642015507 Apresiasi Polisi PA 212 Ferdinand Sering Menghina Ulama Habaib

Akses Disini, Jakarta — Sekjen Persaudaraan Alumni (Sekjen PA) 212 Bernard Abdul Jabbar mengapresiasi Polri yang menangani kasus cuitan Ferdinand Hutahaean ‘Tuhanmu Lemah’. Bernard menilai Polri sudah merespon laporan masyarakat dengan cepat.

“Saya sangat mengapresiasi aparat kepolisian yang bertindak cepat dalam menanggapi laporan masyarakat dengan cepat, sehingga mereka segera mengambil tindakan untuk memeriksa dan menetapkan FH sebagai tersangka dan menahannya selama 20 hari ke depan,” kata Bernard kepada wartawan, Selasa (11/1/). 2022).

Bernard meyakini proses hukum yang cepat terhadap Ferdinand Hutahaean harus dilakukan. Jika tidak, itu akan menyebabkan kebisingan konstan.

“Dan itu yang harus dilakukan polisi agar tidak ada bola liar yang menimbulkan keributan terus menerus,” tambah Bernard.


teks alternatif

Ia juga mengatakan, Ferdinand sering menyudutkan ulama dan habib, serta tokoh-tokoh yang menentang pemerintah.

“Ini bukan pertama kalinya FH melakukan itu. Lihat saja jejak digitalnya di Twitter, FB. Ocehannya selalu menyudutkan dan menghina para ulama, habaib dan tokoh-tokoh yang menentang pemerintah,” kata Bernard.

Lebih lanjut, Bernard menilai, cuitan Ferdinand Hutahaean jelas merupakan bentuk penistaan. Karena Ferdinand pernah membandingkan Tuhan satu agama dengan agama lainnya.

“Jelas FH telah melakukan penistaan ​​dan pelecehan terhadap agama Allah, yang mengatakan ‘Tuhanmu lemah dan harus dibela, sedangkan Tuhanku kuat, kamu tidak perlu dibela’, artinya dia telah membandingkan dua Tuhan Tuhanmu. ,” kata Bernard.

Artinya kepada Tuhannya kaum muslimin dan Tuhanku berarti Tuhannya FH yang artinya dia telah membandingkan antara dua Tuhan, satu lemah, satu kuat, lanjut Bernard.

Bernard kemudian menyatakan bahwa kalimat yang di-tweet Ferdinand Hutahaean tidak dibenarkan dalam agama apapun. Karena itu, dia juga menilai alasan apapun tidak bisa melepaskan Ferdinand dari jerat hukum.

“Hal ini tidak dibenarkan dalam agama apapun, mengingat Tuhan atau Allah itu lemah, karena di mana ajaran agama manapun bahwa Tuhan Maha Kuasa. Dan pernyataan FH ini cukup menghebohkan komunitas agama tertentu,” kata Bernard.

“Dengan dalih apa pun, atau alibi apa pun, sikap seperti itu merupakan bentuk penistaan ​​dan harus diproses secara hukum yang berlaku. Sehingga ada efek jera bagi pelaku penodaan agama apapun,” tambah Bernard.

Ferdinand Hutahaean resmi menjadi tersangka karena kasus tweet ‘Tuhanmu Lemah’ di akun Twitter-nya. Kini, dia sudah diamankan polisi.

Meski cuitan tersebut sudah dihapus, sejumlah netizen berhasil mengabadikan artikel tersebut. Ferdinand Hutahaean kemudian menjadi polisi terkait cuitan tersebut.

“Sayang Tuhanmu lemah, dia harus dibela. Kalau aku, Tuhanku luar biasa, segalanya adalah segalanya, Dia selalu menjadi pembelaku dan Tuhanku tidak perlu dibela,” kata gurauan Ferdinand.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, Ferdinand tidak dijerat pasal penistaan ​​agama, melainkan pasal karena membuat onar:

-Pasal 14 ayat 1 dan 2 KUHP Nomor 1 Tahun 1946
-Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU ITE

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ferdinand ditahan selama 20 hari di Rutan Mabes Polri Jakarta Pusat. Berdasarkan kondisi kesehatannya, Ferdinand dinyatakan layak untuk ditahan.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan