Anies Klaim PPKM Mikro Sukses Tekan Laju Penularan Covid-19

oleh -0 views

AKSES DISINI – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang aturan Penegakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM) di Ibu Kota mulai 5 April hingga dua pekan ke depan. Regulasi ini dinilai mampu menekan laju penularan Covid-19.

Menurut dia, dengan regulasi PPKM, jumlah penularan Covid-19 di ibu kota semakin miring. Ia pun mengapresiasi berbagai pihak yang tetap berpegang pada protokol kesehatan meski pandemi sudah berjalan lebih dari setahun.

“Kami bersyukur bahwa penekanan kasus aktif melalui PPKM Mikro yang sesuai keinginan kita semua. Selain itu, kami juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang berjuang untuk mengatasi situasi pandemi ini,” kata Anies. dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/4/2021).

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan jumlah kasus aktif selama dua pekan terakhir mengalami penurunan sebanyak 1.247 kasus. Kasus aktif pada 21 Maret hanya 7.322 kasus, menjadi 6.075 kasus aktif pada 5 April.

Baca juga:
Vaksin Covid-19, Haruskah Orang Mendapatkan Suntikan Booster Setiap Tahun?

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 harus terus dilakukan.

“Kita tidak boleh gegabah dengan angka penurunan ini. Kemarin juga libur akhir pekan selama tiga hari, jadi kita harus siap menghadapi situasi apapun agar lekukan kasus bisa terkontrol dengan baik,” kata Widyastuti.

Dengan penurunan kasus aktif, terjadi penurunan penggunaan tempat tidur isolasi dan ICU. Dia menjelaskan, total kapasitas bedengan isolasi per 21 Maret sebanyak 7.863 bedengan dan digunakan 4.258 bedengan atau 54 persen dari jumlah yang ada.

Sedangkan total kapasitas ICU per 21 Maret sebanyak 1.142 unit dan sudah terpakai 674 ICU atau 59 persen sudah terpakai. Sedangkan pada 5 April, total kapasitas tempat tidur isolasi sekitar 7.513 unit dan terisi 3.311 atau 44 persen, dan untuk ICU sebanyak 1.136 unit, kemudian terisi 548 unit atau 48 persen.

“Dengan demikian, terjadi penurunan penggunaan dua fasilitas yaitu 10 persen di tempat tidur isolasi dan 11 persen di ICU, sehingga kedua fasilitas yang telah disiapkan sebelumnya bisa dialihkan untuk merawat pasien non COVID,” pungkasnya.

Baca juga:
Virus Corona Covid-19 Bisa Penyebab Diare, Berikut Ciri-Cirinya