Amalan Menjelang Ramadhan dari Puasa Sunnah hingga Memperbanyak Doa

oleh -1 views

Suara.com – Bulan Ramadhan 1442 H tahun ini akan segera tiba yang menjadi momen paling ditunggu oleh setiap muslim di seluruh dunia. Apa amalan sebelum Ramadhan yang bisa dipenuhi?

Semua Muslim di seluruh dunia akan melakukan ritual puasa Ramadhan. Bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang penuh berkah dan berkah bagi siapa saja yang menjalankan amalan di bulan ini. Oleh karena itu, dengan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, setiap muslim melakukan amalan yang bisa memberikan pahala yang melimpah.

Amalan sebelum bulan Ramadhan ini memiliki keutamaan yang besar bagi siapa saja yang menjalankannya. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang spesial bagi umat Islam untuk mengumpulkan pahala yang melimpah.

Untuk itu, umat Islam harus mempersiapkan diri untuk datangnya bulan suci Ramadhan dengan melakukan beberapa amalan yang diterapkan dan dipraktikkan sehari-hari. Berikut amalan jelang Ramadhan.

Baca juga:
Kapan Tanggal 1 Ramadhan 1442 H Dimulainya Puasa 2021?

1. Saling memaafkan

Memasuki bulan suci Ramadhan, setiap muslim harus suci lahir batin. Yang dimaksud dengan kesucian jasmani dan rohani adalah suci dari segala pikiran buruk, dendam, gangguan hati, senantiasa menjaga kesehatan, kebersihan dan lain-lain.

Karenanya, memasuki bulan Ramadhan harus saling memaafkan. Dengan memaafkan, kita bisa membebaskan diri dari kesalahan pada orang lain sehingga puasa bisa berjalan lancar dan penuh berkah.

2. Memenuhi Puasa Sunnah di Bulan Syaban

Melakukan puasa sunnah di bulan syaban merupakan salah satu amalan yang bisa dilakukan umat Islam menjelang bulan suci Ramadhan. Namun, dalam satu atau dua hari memasuki bulan Ramadhan, umat Islam dilarang berpuasa.

Baca juga:
Apa Arti Ramadhan Kareem? Inilah Arti Ucapan Yang Benar di Bulan Ramadhan

Larangan puasa ini disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulillah SAW pernah bersabda “Jangan mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali seseorang yang memenuhi puasa tertentu, maka dia dapat melanjutkan puasanya”. (Hadits Sahih, diriwayatkan oleh Bukhari: 1781 dan Muslim: 1812. teks hadits diriwayatkan oleh al-Bukhari).