Aksi Damai Puluhan orang bergabung dalam solidaritas dengan masyarakat adat (SMHA) – AKSES DISINI

  • Bagikan

Analis.Berita Sumsel-Muratara-. Puluhan orang yang tergabung dalam solidaritas masyarakat hukum adat (SMHA) asal Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Demonstrasi tersebut dilakukan secara damai dan tertib dengan tujuan untuk menuntut haknya kepada PT Dendy Marker Indah Lestari (DMIL) terkait persoalan pertanahan yang belum terselesaikan.

Demonstrasi damai berlangsung di halaman kantor bupati di Musi Rawas Utara (Muratara), Senin (14/6/2021). Provinsi, Sumatera Selatan.

Lendra Kusuma selaku koordinator aksi mengatakan, tuntutan yang dilakukan hari ini bukanlah yang pertama kali, melainkan sudah beberapa kali dilontarkan. Mereka juga berharap pemerintah daerah bisa tegas dengan PT.DMIL agar masalah ini bisa segera teratasi.

“Kami menuntut hak kami kepada PT. DMIL dari total luas lahan HGU 17 ribu hektar untuk luasan HGU Karang Dapo sendiri sekitar 5 ribu hektar, namun yang dikembalikan kepada masyarakat yang menerima lahan sebanyak 430 hektar berarti masih banyak hak masyarakat yang belum terpenuhi oleh PT. DMIL,” kata Lendra Kusuma.

Sementara itu, pemerintah melalui asisten 1 Susyanto Tunut saat bertemu dengan para pengunjuk rasa mengatakan bahwa pemerintah akan segera mengadakan pertemuan untuk menindaklanjuti tuntutan tindakan terkait masalah tanah masyarakat yang telah digunakan oleh PT Dendi sejak tahun 1996 dan dia berjanji dalam pertemuan itu akan melibatkan koordinator aksi.

“Pemerintah Muratara berjanji akan berpihak pada kepentingan masyarakat, apa yang diinginkan masyarakat Karang Dapo akan segera kita tindak lanjuti dan besok kita akan mengadakan pertemuan untuk mencari kelangkaan langka dan solusinya dengan melibatkan koordinator aksi,” kata Susyanto Tunut. .

Susyanto Tunut melanjutkan, “Tentang apa yang bisa dilakukan di kabupaten, akan kita selesaikan di kabupaten, apa yang bisa dilakukan di provinsi, akan kita selesaikan di provinsi, dan apa yang bisa kita selesaikan di pusat, akan kita selesaikan di tingkat pusat. pusat,” kata Susyanto.

  • Bagikan