Akal Terbungkam, Supranatural ‘Bicara’ – ANALISNEWS

oleh -0 views

SUPRANATURAL. Ini dunia rasa. Dunia batin. Karena ‘syariah’ dan esensinya berbeda, dalam hal ini nalar rasional menjadi sangat bias. Namun fakta kehadirannya tidak bisa dibendung oleh silau modernisasi dan kemajuan teknologi. Baik, rem atau tidak, kepercayaan pada pelindung supernatural atau mistik telah lama menjadi bagian dari banyak tradisi
orang-orang di negara ini. Berikut petikan buktinya.

Abah Rahman, seorang praktisi supranatural di Medan dan memiliki klien dari berbagai profesi, merupakan salah satu saksi kuat dari fenomena kepercayaan di dunia antah berantah. Padahal, karena keahliannya yang mistis, ia seperti cerminan fakta bahwa peziarah datang mengisi sejumlah makam yang diyakini sakral.

“Ketika kekacauan dalam hidup tidak pernah berhenti, perseteruan atau intrik terus terjadi, dan semua jalan rasional yang dibuat tidak dapat menyelesaikan semua masalah tersebut, saat itulah mereka akhirnya memilih jalan supranatural,” jelas Abah Rahman tentang latar belakang emosional banyak orang. yang mendatanginya. selama 8 tahun terakhir. Seiring waktu itu pula, tahun-tahun semakin banyak
tingkat kepercayaan publik padanya tampaknya meningkat. Setidaknya, begitulah gambaran pergaulannya di jejaring media sosial.

“Maaf,” lanjutnya, “(tokoh) yang memiliki gelar sarjana (dalam jumlah) sudah terhitung puluhan yang datang ke saya. Jadi tidak peduli seberapa maju zaman, tidak peduli seberapa jenius manusia, dunia supranatural sebenarnya Kini semakin menempatkan posisi dan perannya sebagai tempat yang vital untuk diandalkan bagi banyak orang yang pikirannya terjebak dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan. Wajar karena apapun ranah masalahnya, sosial, ekonomi, atau politik, kekuatan supranatural sudah ‘bersuara’. untuk menyelesaikan semuanya. ”

Dengan ilmu, diketahui bahwa kesaktian dapat diakses melalui mengasah kemampuan hati atau mata batin secara rutin. Ngomong-ngomong, di mana Abah Rahman pertama kali mengeksplorasi intuisinya? Seperti Ki Joko Bodo atau Nenek Ratih, Abah Rahman awalnya adalah seorang aktivis seni. Terutama seni jurnalistik.
Ketertarikannya pada dunia gaib dimulai sejak 15 tahun lalu saat menjadi jurnalis supernatural untuk sebuah media harian terbitan Medan. “Tepat saat berhasil mewawancarai Musa, bocah yang sedang menghancurkan puluhan kuburan di Medan yang kala itu heboh. Tak banyak orang yang bisa membujuk bocah aneh itu untuk diajak bicara, bahkan polisi yang saat itu menangkap dan menahan. Tapi dengan keanehannya juga, (Abah) Rahman berhasil menerobos rintangan itu, ”kenang Faisal Matondang, mantan bos Abah saat menjadi jurnalis. Ia juga masih ingat.

“Baginya,” tambah Faisal, “setiap berita kejadian supranatural yang dia tulis bukan hanya cerita yang ‘dibuat-buat’. Dia menimpali setiap laporan supranatural miliknya dengan mempelajari sejarah agama, antropologi, dan sejarah banyak kerajaan yang memiliki mitologi yang kuat di nusantara. Dari sana ia hanya turun ke kuburan suci dan diam-diam mulai sering bermeditasi, tidak hanya menutupi. Di situlah inspirasi atau okultasi mulai datang kepadanya. “Padahal, Abah Rahman bukanlah seorang ‘seorang’ produk instan ‘dukun. (***)