58 Orang Positif Corona, Satu Meninggal

oleh -0 views

Suara.com – Kepala Unit Pengelola Transportasi Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ali Murthadho mengatakan, sekitar 58 petugas terpapar Covid-19, bahkan satu orang meninggal dunia.

“Ada sekitar 58 orang yang terpapar dan satu meninggal dunia,” kata Ali saat ditemui Suara.com di kantor UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (8/4/2021).

Jumlah tersebut termasuk supir bus sekolah yang membawa pasien Covid-19 dan pegawai yang bertugas di kantor UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Karena itu, kantor UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang berlokasi di Pondok Gede, Jakarta Timur masuk dalam zona merah.

Baca juga:
Studi: Mantan Penderita Covid-19 Memiliki Masalah Psikologis dan Neurologis

“Jadi kantor ini sebenarnya sudah masuk zona merah. Kenapa karena sudah lebih dari 10 orang terjangkit Covid-19,” ucapnya.

Petugas yang mengenakan alat pelindung diri bersiap menjemput pasien tanpa gejala menggunakan bus sekolah di Posko Bersama PSBB dan Gakplin Protkes, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (24/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas yang mengenakan alat pelindung diri bersiap menjemput pasien tanpa gejala menggunakan bus sekolah di Posko Bersama PSBB dan Gakplin Protkes, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (24/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ali juga merinci, dari seluruh karyawan dan pengemudi bus sekolah sejak Maret hingga Desember 2020, sedikitnya 20 orang terpapar. Namun, sejak Januari 2021 hingga saat ini angkanya melonjak sekitar 28 orang.

Karena itulah kita kini semakin memperketat pelaksanaan protokol kesehatan, kata Ali.

Diketahui, saat Covid-19 masuk ke Tanah Air, Pemprov DKI Jakarta memutuskan menggunakan bus sekolah untuk mengangkut pasien Covid-19 ke daerah isolasi.

Berdasarkan data yang diberikan Ali, dari 428 pengemudi bus sekolah, 32 orang di antaranya ditujukan untuk mengangkut pasien Covid-19, sedangkan 144 pengemudi digunakan untuk mengangkut tenaga kesehatan (tenaga kesehatan).

Baca juga:
Duh, sepertiga dari pasien Covid-19 mengalami gangguan jiwa

Ali menjelaskan, pengemudi yang bertugas menanggulangi Covid-19 (termasuk mengangkut pasien dan tenaga kesehatan) adalah mereka yang terseleksi, yang dibawa berusia 40 tahun, dalam keadaan sehat atau tidak memiliki penyakit tertentu.