3 Polisi Tersangka Kasus Laskar FPI, DPR: Kesalahan Prosedur Harus Diusut!

oleh -0 views

Suara.com – Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah polisi menaikkan status tiga anggota polisi dari tersangka kasus pembunuhan di luar hukum yang menewaskan enam anggota FPI di tol Jakarta-Cikampek KM 50 beberapa waktu lalu.

Sahroni mengatakan, polisi harus menegakkan keadilan dalam kondisi apapun, seperti komitmen mereka sebagai penegak hukum.

“Tidak bisa dipungkiri, meski alasannya tidak jahat, kesalahan dalam prosedur penegakan hukum juga harus diusut demi keadilan,” kata Sahroni saat dihubungi, Rabu (7/4/2021).

Meski begitu, Sahroni mengingatkan, semua proses yang berlangsung hingga kasus KM 50 masih sebatas dugaan hingga nanti dibuktikan di pengadilan. Sehingga ia berharap semua pihak bekerjasama dalam mengungkap kasus tersebut.

Baca juga:
1 Polisi Tewas, Bagaimana Kasus Pembunuhan Di Luar Hukum FPI Laskar Berlanjut?

“Tapi ini juga semua masih dugaan, saya kira semua akan bekerja sama dan akan membuka kasus ini seadil-adilnya,” kata Sahroni.

Tiga Tersangka Polisi

Bareskrim Polri resmi menetapkan tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus tewasnya laskar Front Pembela Islam (FPI) di tol Jakarta-Cikampek setelah sebelumnya dilaporkan.

“Ketiga terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Karo Penmas, Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/4/2021).

Rusdi menuturkan, penetapan ketiga tersangka diambil setelah judul perkara yang dilakukan pada Kamis (1/4/2021) lalu.

Baca juga:
Salah Satu Tersangka Pelaku Pembunuhan Di Luar Hukum FPI Meninggal Dunia, Ini Kata Komnas HAM

“Tapi ada satu yang melaporkan berinisial EPZ yang meninggal. Berdasarkan Kuhap 109, karena yang bersangkutan meninggal maka penyidikan langsung dihentikan,” ujarnya seperti dikutip dari Kuhap. Batamnews– media jaringan Suara.com