3 Kabupaten di NTT Masih Terisolir, Listrik Mati, SPBU Belum Beroperasi

oleh -0 views

Akses Disini – Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan masih ada tiga kabupaten yang terisolir akibat banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Raditya Jati menjelaskan, ketiga kecamatan tersebut adalah Kabupaten Malaka, Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Lembata.

“Akses darat menuju Kabupaten Malaka masih terputus akibat longsor, maka Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata juga belum sepenuhnya dapat diakses mengingat gelombang laut masih tinggi sehingga harus menggunakan moda transportasi udara,” kata Raditya, Rabu (7/1). / 4/2021).

BNPB telah mengerahkan enam unit helikopter untuk distribusi logistik dan bantuan medis kepada para korban di lokasi terpencil.

Baca juga:
Update Banjir Bandang NTT: 124 Meninggal, 74 Hilang, 13.230 Mengungsi

Kemudian kondisi Kota Kupang saat ini, listrik belum sepenuhnya pulih dan sinyal jaringan telekomunikasi seluler juga masih bermasalah.

Sejumlah pohon dan tiang reklame dilaporkan tumbang dan menutup beberapa akses jalan di Kupang, jelasnya.

Sementara itu, beberapa SPBU masih belum beroperasi karena bangunan rusak akibat cuaca ekstrim yang menyebabkan antrian panjang.

Hingga saat ini banyak yang memilih menginap di hotel yang menyediakan generator listrik untuk keperluan mobilitas, sehingga banyak hotel yang penuh di Kota Kupang.

Diketahui, siklon tropis Seroja telah melanda 11 kabupaten dan 1 kota di NTT antara lain; Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur (banjir bandang), Kabupaten Malaka Tengah, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Ende.

Baca juga:
Anak Ditemukan Aman di Batang Pohon Setelah Diseret Banjir di NTT

Hingga Rabu (7/4/2021) pukul 14.00 WIB tercatat 124 orang meninggal dunia, 74 orang masih hilang, 129 orang luka-luka, dan 13.230 orang mengungsi.

Kerugian material yang tercatat sejauh ini; 1.962 rumah terdampak (688 rusak berat, 272 rusak sedang, 154 rusak ringan), 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 40 jalan akses tertutup pohon tumbang, 5 jembatan putus, 87 fasilitas umum rusak dan 1 kapal tenggelam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait bahaya Gelombang Tinggi 4 – 6 meter akibat siklon tropis Seroja yang terjadi pada 5 – 6 April 2021.