Sapi dan Kerbau di Lebak Mati Terjangkit PMK – aksesdisini.com

Avatar of Redaksi
Sapi dan Kerbau di Lebak Mati Terjangkit PMK – radarbanten.co.id
RANGKASBITUNG, RADARBANTEN CO.ID – Sebanyak 140 hewan ternak terdiri atas sapi dan Kerbau di Kabupaten Lebak telah divaksin. Persentasinya sangat kecil atau baru satu persen dari 140 ribu hewan ternak di daerah yang dipimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya ini.

Sementara ternak di Lebak yang terjangkit penyakit mulut kuku (PMK) sebanyak 323 ekor dan 5 mati. Populasinya tersebar di delapan desa dan enan kecamatan.

“Kita berupaya melakukan vaksin hewan ternak di Lebak. Dari 140 ribu hewan ternak, baru 140 ekot yang telah divaksin,” kata kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan (Disnakeswan) Lebak Rahmat di kantornya, Selasa, 12 Juli 2022.

Agar hewan ternak terbebas dari PMK, kata Rahmat, pihaknya akan mengajukan puluhan ribu ternak di Lebak untuk divaksin kepada Dinas Pertanian Provinsi Banten.

“Kita menunggu vaksinnya dari Provinsi. Teknis pembagiannya kita juga belum tahu. Kemungkinan Dinas Pertanian Provinsi sedang fokus vaksin di Tangerang. Hasil zoom meting dengan Direktorat PKH, alokasi Banten 2.100 dosis atau 3.400 dosis. Lebak hasil koordinasi dengan UPTD puskeswan dan UPTD perbibitan, pengajuan vaksin tahap dua sebanyak 250 dosis,” ujar mantan Camat Cibadak ini.

Dari 323 hewan ternak yang terjangkit PMK di Kabupaten Lebak, kata Rahmat, terbanyak terdapat di Kecamatan Wanasalam yaitu 291 ekor.

“Sementara yang berhasil sembuh dari PMK sebanyak 121 hewan ternak. Sisa yang terjangkit PMK masih kita lakukan pemantuan sampai sembuh,” katanya.

Rahmat menambahkan, upaya mencegah dan mengantisipaisi PMK, pihaknya telah melakukan berbagai cara. Antara lain membentuk tim kewaspadaan PMK beranggotakan 27 petugas (4 dokter hewan, 11 sarjana peternakan, 6 penyuluh, 5 tenaga teknis umum), monitoring kesehatan hewan ke peternak serta memberikan pelayanan kesehatan hewan ternak.

“Selain itu kita membentuk tim Satuan Tugas Penanganan PMK,” tukasnya.

Kabid Keswan Disnakeswan Lebak Hanik Malichatin menambahkan, faktor risiko pertama penularan PMK di Lebak berasal dari ternak luar Lebak seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Pandeglang secara ilegal (tidak memenuhi persaratan pemasukan ternak.

Reporter : Nurabidin
Editor : Aas Arbi

Tinggalkan Balasan